Ditanya Soal Tata Ulang Energi, Jokowi Singgung Masalah Kemacetan
Terkait Debat Capres Cawapres Final 2014
JAKARTA - Calon wakil presiden Hatta Rajasa, menilai, sektor energi akan bisa ditata ulang secara efektif jika diberikan insentif bagi lembaga untuk memproduksi energi terbarukan.
"Harus ada upaya mengembangkan diversifikasi energi. Energi baru dan terbarukan harus ada insentif. Kami berkomitmen bauran energi sampai 2020 akan meningkat hingga 20 persen," kata Hatta di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (5/7/2014).
Hatta juga menuturkan, perlu ada eksplorasi dan pengembangan terhadap sumur-sumur minyak tua sehingga ada upaya penataan energi secara berkelanjutan.
"Selain itu, harus diperhatikan juga bagaimana kita melakukan penghematan energi. Bagaimana elastisitas energi yang tinggi dapat ditekan. Ini harus dilakukan secara konsisten," terangnya.
Sementara Jokowi memberikan penekanan pada perbaikan infrastruktur yang berkaitan dengan konversi minyak ke gas.
"Perbaikan infrastruktur berkaitan dengan gas harus diperbaiki. Ini harus segera dikerjakan," ucapnya.
Dia juga menyinggung masalah kemacetan yang dinilainya menghabiskan banyak energi.
"Kemacetan harus ditekan. Kedepan yang namanya mass transportation harus dikerjakan secara baik. Ini visi ke depan agar energi bisa dipakai se-efisien mungkin," tukasnya. (rzk/pur)
JAKARTA - Calon wakil presiden Hatta Rajasa, menilai, sektor energi akan bisa ditata ulang secara efektif jika diberikan insentif bagi lembaga untuk memproduksi energi terbarukan.
"Harus ada upaya mengembangkan diversifikasi energi. Energi baru dan terbarukan harus ada insentif. Kami berkomitmen bauran energi sampai 2020 akan meningkat hingga 20 persen," kata Hatta di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (5/7/2014).
Hatta juga menuturkan, perlu ada eksplorasi dan pengembangan terhadap sumur-sumur minyak tua sehingga ada upaya penataan energi secara berkelanjutan.
"Selain itu, harus diperhatikan juga bagaimana kita melakukan penghematan energi. Bagaimana elastisitas energi yang tinggi dapat ditekan. Ini harus dilakukan secara konsisten," terangnya.
Sementara Jokowi memberikan penekanan pada perbaikan infrastruktur yang berkaitan dengan konversi minyak ke gas.
"Perbaikan infrastruktur berkaitan dengan gas harus diperbaiki. Ini harus segera dikerjakan," ucapnya.
Dia juga menyinggung masalah kemacetan yang dinilainya menghabiskan banyak energi.
"Kemacetan harus ditekan. Kedepan yang namanya mass transportation harus dikerjakan secara baik. Ini visi ke depan agar energi bisa dipakai se-efisien mungkin," tukasnya. (rzk/pur)

Post a Comment